Kamis, 01 Desember 2011

Menatap diri di HUT KORPRI ke 40 SMK Negeri 6 Bandung




Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) telah memasuki usia 40 tahun,  diharapkan dengan  momentum  tersebut anggota KORPRI dapat meningkatkan profesionalisme dan kualitasnya terutama untuk menyukseskan agenda atau program reformasi.  Hal tersebut dikemukakan oleh Sekretaris Daerah Kota Bandung Edi Siswadi, setelah memimpin upacara peringatan hari ulang Tahun KORPRI ke-40 tingkat Kota Bandung, di Plaza Balaikota, Selasa (29/11). 
                 Edi juga mengharapkan dengan semangat kekiniannya, KORPRI tidak akan tertinggal dari tuntutan persoalan atau keinginan masyarakat. Menurutnya, KORPRI harus responsif untuk mengokohkan bahwa KORPRI merupakan elemen yang strategis dalam mengelola birokrasi negara atau pemerintahan.


Sekretaris Daerah Kota Bandung Edi Siswadi, selaku Pembina Upacara

                 “KORPRI harus bisa mengokohkan dirinya sebagai elemen yang strategis dalam mengelola birokrasi negara dan pemerintahan,” tegasnya.
                 Jika KORPRI tidak mengarah ke arah profesional dalam pelaksanaan tugasnya, menurutnya KORPRI akan ketinggalan jauh dari harapan masyarakat. “tetapi saya bersyukur, saat ini KORPRI semakin hari semakin menyadari posisi dan tanggung jawabnya,” ujarnya.


 Pengibaran bendera Sangsaka Merah Putih

                Dengan semakin menyadari posisi dan tanggung jawabnya, menurut Edi KORPRI mudah-mudahan nantinya harapan masyarakat akan sinergi dengan kemampuan KORPRI untuk memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara. “mudah-mudahan nanti antara harapan masyarakat dan kemampuan KORPRI akan ketemu,” ujarnya.


 Sebagian Guru-guru SMK Negeri 6 Bandung hidmat menghormat sang saka Merah Putih

                Dalam kesempatan tersebut juga, diserahkan secara simbolis penyerahan kendaraan roda 2 bantuan dari Provinsi Jawa Barat kepada lurah di Kota Bandung, surat keputusan 100 % menjadi Pegawai Negeri Sipil Daerah kepada lebih dari 600 CPNS Daerah Kota Bandung, bantuan pendidikan, dan penghargaan kearsipan untuk kategori kewilayahan dan non kewilayahan, dan penghargaan satya lancana karya satya kepada para pegawai negeri sipil yang sudah mengabdi lebih dari 10, 20, dan 30 tahun.




                Menurut Edi dengan penghargaan satya lancana yang diterima oleh beberapa orang, diharapkan dapat memotivasi pegawai lainnya untuk menuntaskan pengabdian dan memaksimalkan kepada bangsa dan negara.
                “Mudah-mudahan penghargaan yang diterima sebagian pegawai tersebut dapat memotivasi yang lainnya, untuk memaksimalkan pengabdian kepada bangsa dan negara,” pungkas Edi. 


  

Dokumen gebyar HUT KORPRI ke 40 di Plaza Balai Kota Bandung 29 November 2011.

Pembacaan UUD 1945, Teks Pancasila dan Janji KORPRI
 dimeriahkan oleh Group Marching Band KORPRI Kota Madya Bandung


 Bapak Kepala Sekolah SMK Negeri 6  Drs. H. Husen, M.Si.  turut hadir


  Di saat menunggu 1


Di saat menunggu 2
Di saat menunggu 3
Di penghujung tulisan ini, marilah kita renungkan bersama tentang Motivasi Hidup yang di sampaikan oleh "Henry Ford", sebagai berikut:

- Bila Anda berpikir Anda bisa,maka Anda benar. Bila Anda berpikir Anda tidak bisa, Anda pun benar… karena itu ketika seseorang berpikir tidak bisa, maka sesungguhnya dia telah membuang kesempatan untuk menjadi bisa.
- Salah satu penemuan terbesar umat manusia adalah bahwa mereka bisa melakukan hal-hal yang sebelumnya mereka sangka tidak bisa dilakukan.
- Apabila kita takut gagal, itu berarti kita telah membatasi kemampuan kita.


Akhirnya, Kami  Keluarga Besar SMK Negeri 6 Bandung mengucapkan  "selamat Hari Ulang Tahun KORPRI ke 40"   
Selamat Berkarya wahai sahabatku para Pegawai Republik Indonesia.....Salam.




Jumat, 18 November 2011

SMK Negeri 6 Bandung siap berwawasan lingkungan






Pendidikan menengah diselenggarakan untuk melanjutkan dan meluaskan pendidikan dasar (SD dan SMP), menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan dan keterampilan untuk mengadakan hubungan-timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya, dan alam sekitar, serta dapat mengembangkan kemampuan lebih-lanjut dalam dunia kerja atau pendidikan tinggi.


 SMK Negeri 6 Bandung siap Berwawasan Lingkungan

Pendidikan Menengah Kejuruan mengutamakan pengembangan kemampuan siswa untuk melaksanakan jenis pekerjaan pada bidang tertentu dan mempersiapkan siswa untuk memasuki dunia kerja serta mengembangkan kemapuan profesional siswa. 
Pada saat kegiatan belajar-mengajar (KBM) berlangsung dan setelah siswa terjun ke dunia kerja SMK telah memanfaatkan sumber daya alam dan potensial mencemari lingkungan.. Untuk memenuhi tuntutan global akan tenaga kerja yang kompeten dan berwawasan lingkungan maka Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan bekerja sama dengan Swisscontact membuat Konsep Pendidikan Lingkungan hidup pada SMK. 


 Penerapan Konsep Lingkungan Hidup di SMK Negeri 6 Bandung



Berdasarkan Konsep Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) pada Sekolah Menengah Kejuruan (1996) organisasi pelaksanan pengelola PLH pada Pendidikan Menengah Kejuruan (PMK) adalah Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, Pusat Pengembangan PLH untuk SMK, Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG) lingkup kejuruan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi, dan SMK. Konsep ini dibuat agar pengelola PMK dapat melaksanakan perannya untuk mendukung pelaksanaan PLH di SMK. Sedangkan SMK diharapkan menyusun dan melaksanakan program PLH yang terintegrasi pada kegiatan kurikulum dan ekstrakurikuler, melaksanakan dan mengembangkan sekolah berbudaya lingkungan, serta menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan PLH di sekolahnya. 


 Pelaksanaan dan pengembangan siswa SMK Negeri 6 Bandung yang berbudaya lingkungan

  
Hasil monitoring dan evaluasi oleh Dikmenjur tahun 1997-2001 menunjukkan: (a) kurang kesadaran, pengetahuan dan keterampilan siswa sebagai cerminan perilaku siswa yang rasional dan bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup; (b) tamatan SMK belum mempunyai sikap profesional sesuai tuntutan pembangunan berwawasan lingkungan. Kedua hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan PLH di SMK tidak optimal sehingga tujuan PLH pada SMK tidak tercapai. 


 Upaya mengoptimalkan tujuan Pendidikan Lingkungan Hidup di SMK Negeri 6 Bandung


Berdasarkan hal tersebut di atas,maka kami para pelaku pendidikan di lingkungan SMK Negeri 6 Bandung sudah selayaknya turut berkiprah dalam melaksanakan program pemerintah dalam menyusun dan melaksanakan program PLH yang terintegrasi pada kegiatan kurikulum dan ekstrakurikuler, melaksanakan dan mengembangkan sekolah berbudaya lingkungan, serta menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan PLH di sekolahnya.

Berikut ini, dokumentasi tentang upaya-upaya Kami ( SMK Negeri 6 Bandung ) dalam menciptakan sekolah yang berwawasan Lingkungan Hidup sesuai apa yang diharapkan dalam program pemerintah dalam memenuhi tuntutan global akan tenaga kerja yang kompeten dan berwawasan lingkungan.


Dra. Atiek adalah salah seorang guru PLH yang banyak berkiprah menjalankan program sekolah berwawasan Lingkungan.


Siswa SMK Negeri 6 Bandung sedang membuat salah satu media untuk penanaman Sosin


Lahan SMK Negeri 6 Bandung yang sangat memadai untuk menjalan kan program sekolah yang berwawasan lingkungan


Dra. Atiek (guru PLH) SMK Negeri 6 Bandung menunjukkan benih sayur Sosin yang akan  dicoba untuk dibenihkan dengan siswanya, sekaligus dijadikan sebagai bahan penelitian dalam mencari media yang tepat untuk penanaman sayur Sosin tersebut. ( Semoga berhasil ya....? )


Akhirnya......Kami segenap pengelola pendidikan di SMK Negeri 6, memohon do'a restu dan dukungannya  kepada seluruh siswa, para orang tua, masyarakat sekitar dan seluruh warga Indonesia yang mencintai Lingkungan Hidup ini, agar Kami dalam menjalankan amanah umat dan pemerintah ini dapat berjalan lancar. Amin.........


SMK Negeri 6 Bandung......Bisa..!!



Jumat, 10 Juni 2011

IQ, EQ dan SQ dalam Perspektif Islam........




Masih tentang....IQ, EQ dan SQ.

Menurut Daniel Goleman (Emotional Intelligence – 1996) :
orang yang mempunyai IQ tinggi tapi EQ rendah cenderung mengalami kegagalan yang lebih besar dibanding dengan orang yang IQ-nya rata-rata tetapi EQ-nya tinggi, artinya bahwa penggunaan EQ atau olahrasa justru menjadi hal yang sangat penting, dimana menurut Goleman dalam dunia kerja, yang berperan dalam kesuksesan karir seseorang adalah 85% EQ dan 15% IQ. Jadi, peran EQ sangat signifikan.
Kita perlu mengembangkan IQ – menyangkut pengetahuan dan keterampilan, namun kita juga harus dapat menampilkan EQ yang sebaik-baiknya karena EQ harus dilatih.
Untuk meningkatkan kemampuan IQ dan EQ agar dapat memanfaatkan hati nurani kita yang terdalam, maka kita juga harus membina SQ yang merupakan cerminan hubungan kita dengan Sang Pencipta / Allah SWT, melalui SQ kita dilatih menggunakan ketulusan hati kita sehingga mempertajam apa yang dapat kita tampilkan.
Jadi perpaduan antara IQ, EQ dan SQ inilah yang akan membina jiwa kita secara utuh, sehingga kita dapat meniti karir dengan baik.




Keseimbangan IQ, EQ dan SQ dalam Perspektif Islam
Kecerdasan intelektual adalah kemampuan intelektual, analisa, logika dan rasio. Berfikir adalah media untuk menambah perbendaharaan/khazanah otak manusia. Manusia memikirkan dirinya, orang-orang di sekitarnya dan alam semesta. Dengan daya pikirnya, manusia berupaya mensejahterakan diri dan kualitas kehidupannya. Pentingnya mendayagunakan akal sangat dianjurkan oleh Islam. Tidak terhitung banyaknya ayat-ayat al-Qur'an dan Hadis Rasulullah SAW yang mendorong manusia untuk selalu berfikir dan merenung. Redaksi al-Qur'an dan al-Hadis tentang berfikir atau mempergunakan akal cukup variatif. Ada yang dalam bentuk khabariah, insyaiyah, istifham inkary. Semuanya itu menunjukkan betapa Islam sangat concern terhadap kecerdasan intelektual manusia. Manusia tidak hanya disuruh memikirkan dirinya, tetapi juga dipanggil untuk memikirkan alam jagad raya. Dalam konteks Islam, memikirkan alam semesta akan mengantarkan manusia kepada kesadaran akan ke-Mahakuasaan Sang Pencipta (Allah SWT). Dari pemahaman inilah tumbuhnya Tauhid yang murni ."Agama adalah akal, tidak ada agama bagi orang yang tidak berakal" hendaknya dimaknai dalam konteks ini.

Kecerdasan emosional adalah kemampuan merasakan, memahami dan secara efektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi, informasi koneksi dan pengaruh yang manusiawi. Dapat dikatakan bahwa EQ adalah kemampuan mendengar suara hati sebagai sumber informasi. Kecerdasan emosional mengajarkan tentang integritas kejujuran komitmen, visi, kreatifitas, ketahanan mental kebijaksanaan dan penguasaan diri. Dalam bahasa agama , EQ adalah kepiawaian menjalin "hablun min al-naas". Pusat dari EQ adalah "qalbu". Keharusan memelihara hati agar tidak kotor dan rusak, sangat dianjurkan oleh lslam. Hati yang bersih dan tidak tercemar lah yang dapat memancarkan EQ dengan baik. Di antara hal yang merusak hati dan memperlemah daya kerjanya adalah dosa. Oleh karena itu ayat-ayat al-Qur'an dan Hadis Rasulullah SAW banyak bicara tentang kesucian hati.

kecerdasan spiritual merupakan kemampuan untuk memberi makna ibadah terhadap setiap perilaku dan kegiatan, melalui langkah- langkah dan pemikiran yang bersifat fitrah dalam upaya menggapai kualitas dan ikhlas. Kalau EQ berpusat di hati, maka SQ berpusat pada "hati nurani" (Fuad/dhamir). Mengacu kepada paparan di atas, dapat ditegaskan bahwa Islam memberikan apresiasi yang tinggi terhadap SQ. Tinggal lagi bagaimana manusia memelihara SQ-nya agar dapat berfungsi optimal.
Oleh karena Islam memberikan penekanan yang sama terhadap " hablun min Allah " dan "hablun min al-naas ", maka dapat diyakini bahwa keseimbangan IQ, EQ dan SQ merupakan substansi dari ajaran Islam. Jika selama ini orang Islam sadar atau tidak, turut mengagungkan dan memberi penekanan terhadap pendidikan akal dengan mengenyampingkan pendidikan hati dan hati nurani berarti orang Islam telah mengabaikan semangat dan ajaran agamanya.

keseimbangan IQ, EQ dan SQ merupakan substansi dari ajaran Islam. Dengan IQ, manusia disuruh berfikir untuk hal yang positif, memikirkan kekuasaan Allah sehingga dapat mensyukurinya. Dengan EQ, manusia harus memelihara hati agar tidak kotor dan rusak, serta bersifat terpuji. Dengan SQ, manusia harus menempatkan perilaku dan hidupnya dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, mampu menilai bahwa tindakan mana yang bermanfaat dan tidak menimbulkan kemaksiatan.
Akhirnya, semoga ulasan ini membantu kita dalam melunakan hati yang tak disadari sedang membatu untuk berubah.......Semoga.



Senin, 06 Juni 2011

Wahai para Ilmuwan.....sudah merasa cerdaskah....?




Manusia memiliki tiga kecerdasan yaitu kecerdasan intelektual, kecerdasaan emosi, dan kecerdasan spiritual. Ketiga kemampuan ini sangat membantu seseorang dalam meningkatkan kualitas diri. Apabila mengabaikan salah satu kemampuan tersebut menyebabkan banyak individu dililit masalah secara pribadi maupun sosial masyarakat. Hal ini dikarenakan selama ini mayarakat mempercayai dan mengagung-agungkan secara dominan salah satu kecerdasan yaitu kecerdasan intelektual (IQ).

Kecerdasan intelektual (IQ) diperkenalkan oleh Alfred Binet, ahli psikologi Prancis abad ke-20. Dalam kecerdasan ini, kajiannya hanya sebatas kemampuan individu yang bertautan dengan aspek kognitif saja.
Kemudian timbul kajian Emosional Quotient (EQ) oleh pakar psikologi, Daniel Goleman (1997). 

Emosional Quotient (EQ) dianggap sebagai faktor penting yang dapat mempengaruhi prestasi seseorang. Goelman mengemukakan bahwa kecerdasan emosi merujuk pada kemampuan mengenali diri sendiri dan orang lain.
Kemudian pengembangan riset oleh V. S. Ramachandran pada tahun 1997 menemukan adanya God Spot dalam otak manusia. Dalam God Spot ini, merupakan pusat spiritual manusia dan terletak di antara jaringan otak dan syaraf. Suatu jaringan yang secara literal mengikat pengalaman secara bersama untuk hidup lebih bermakna dan di sinilah terdapat fitrah manusia (Spiritual Quotient).




Kecerdasan Spiritual (SQ) merupakan kemampuan individu terhadap mengelola nilai-nilai, norma-norma dan kualitas kehidupan dengan memanfaatkan kekuatan-kekuatan pikiran bawah sadar atau lebih dikenal dengan suara hati (God Spot).
Kecerdasan Spiritual (SQ) yang memadukan antara kecerdasan intelektual dan emosional menjadi syarat penting agar manusia lebih memaknai hidup dan menjalani hidup penuh berkah. Terutama pada masa sekarang, dimana manusia modern terkadang melupakan mata hati dalam melihat segala sesuatu.  
Manusia modern adalah manusia yang mempunyai kualitas intelektual yang memadai, karena telah menempuh pendidikan yang memadai pula. Salah satu ciri ynag kental dalam diri manusia modern adalah suka membaca. Namun, terkadang kualitas intelektual tersebut tidak dibarengi dengan kualitas iman atau emosional yang baik, sehingga berkah yang diharapkan setiap manusia dalam hidupnya tidak dapat diperoleh.


 




Keluarga sebagai lingkungan pertama yang membentuk pribadi, akan memberikan pengaruh besar dalam kehidupan individu saat ini dan kelak. Oleh sebab itu iklim keluarga harmonis akan menanamkan sikap positif yang dapat menuntun individu dalam menjani kehidupan dengan arif.
Sikap positif harus dimulai dari paradigma yang berpusat pada prinsip hakiki sebagai peta penuntun pribadi kejalan hidup yang lebih bijaksana. Salah satu pembawa keluarga pada keharmonisan adalah kecerdasan spiritual, karena ia mampu menuntun pribadi kearah paradigma yang berpusat pada prinsip yang benar sehingga membuat iklim keluarga menjadi harmonis.




Sukses dalam karir dan berhasil serta bahagia bersama keluarga, menjadi cita-cita setiap orang.... yang barang tentu ini semua membutuhkan perjuangan yang tak mudah, terutama bagi para wanita yang kebetulan mendapatkan keleluasaan dalam berkarier dari pasangannya. Tapi terkadang banyak para wanita yang tidak mampu memanfaatkan kebebasan itu dengan baik, sehingga malah menjadi kebablasan dalam bersikap...Tanpa terasa peraihan prestasi demi prestasi ( berdalih Emansipasi ) di tempat pekerjaannya malah tanpa disadari menuai kehampaan dalam rumah tangganya, terutama bagi sang penggagas pemberi kebebasan itu.


Tidak ada salahnya wahai para wanita....Terus Berkarya, tapi tetap sadar dengan kodratnya sebagai wanita dan istri bagi suaminya.
Sepatutnya setiap wanita berterima kasih pada Ibu Kartini, tanpanya perempuan Indonesia belum tentu bisa seperti sekarang. Bicara tentang emansipasi, kadang merasa bahwa menjadi wanita karir merupakan pencapaian tertinggi seorang perempuan. Sangat-sangat keren kalau bisa bekerja di kantor....punya gaji besar dan jabatan tinggi. Buatnya itu lebih keren daripada menjadi seorang ibu rumah tangga. Tapi harus sadar kalau itu hanyalah ego sebagai seorang perempuan dalam beremansipasi. Sekarang seharusnya merasakan lebih keren jika menjadi wanita karir tanpa melupakan kodrat perempuan untuk melahirkan dan mengurus anak serta keluarga yang baik dan benar sesuai ajaran Qur'an dan Hadist yg kita yakini kebenarannya.




Kecerdasan intelektual (IQ) yang tinggi tidak menjamin seseorang dapat meraih kesuksesan sesuai yang dia inginkan. Karena seseorang yang mempunyai tingkat intelektualitas yang tinggi namun memiliki kecerdasan emosi (EQ) yang rendah maka sering kali ia gagal karena tidak bisa mengendalikan emosi, berempati dan bertindak sesuai dengan situasi yang dihadapi. Namun, kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosi (EQ) harus dilandasi dengan kecerdasan spiritual (SQ) yang mengontrol segala perilaku manusia baik sebagai makhluk individu maupun sosial, baik ketika bersosial dengan masyarakat maupun dengan keluarganya.
Baik buruk seseorang kadang terukur dari ucapannya, kalau istilah bahasa sunda..."hade goreng ku basa". Tidak sedikit percekcokan dalam rumah tangga akibat dari ucapan yang memancing pasangannya bersikap agresif, jadilah perang dingin dalam rumah tangga, efeknya anak kita yang jadi korban akan keegoan kita sebagai orang tuanya.




Akhirnya...mari kita renungkan bersama. Sudah cerdaskah kita......?



Sabtu, 21 Mei 2011

Kelembutan yang terbalut garangnya seorang ayah





Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya....Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.
Lalu bagaimana dengan Ayah...?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu....?
jika ternyata Ayah-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,
tapi tahukah kamu...?
bahwa sepulang Ayah bekerja dan dengan wajah lelah Ayah selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?




Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Ayah mengganggapmu bisa, Ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Ayah, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Ayah akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"
Tahukah kamu...?
Ayah melakukan itu karena Ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?



 
Saat kamu sakit pilek, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja....
Kamu mulai menuntut pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, dan Ayah bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu....? 
bahwa Ayah melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....
Tahukah kamu.....?
bahwa saat itu Ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?


 

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Ayah akan mengeras dan Ayah memarahimu.. .
Sadarkah kamu.....?
bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Ayah akan segera datang?
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Ayah"




Ketika kamu menjadi gadis dewasa....
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...
Ayah harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu.....?  bahwa badan Ayah terasa kaku untuk memelukmu?
Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Ayah ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.


 

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Ayah belikan untukmu".
Tahukah kamu.....?
bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Ayah untuk mengambilmu darinya.
Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Ayah tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

 

Dan akhirnya....
Saat Ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui.....?
di hari yang bahagia itu Ayah pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Ayah menangis karena ayah sangat berbahagia, kemudian Ayah berdoa....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....
Bahagiakanlah ya Robb..... ia bersama suaminya..."




Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Ayah telah menyelesaikan tugasnya....

Ayah, Papah, Bapak, atau Abah kita...
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas, bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..



Disarikan dari beberapa sumber.






 


Rabu, 16 Februari 2011

ketika jabatan pimpinan membelenggu......


Ya....Allah, 
jika memang ini akan membawa berkah buat saya dan keluarga 
biarkan aku menjadi seorang Pemimpin, 
tapi jika tidak...jadikanlah aku manusia biasa.



Bicara soal pemimpin, erat kaitannya dengan team work, koordinasi, dan komitmen. Seorang pemipin bukanlah apa-apa ketika tidak ada staff dengan team work nya. Seorang pemimpin tidak bisa berbuat apa – apa jika tidak berkoordinasi, dan seorang pemimpin akan hancur ketika tidak ada komitmen dalam memimpin. Setidaknya tiga hal itu akan berpengaruh dan mempengaruhi tipe dan gaya kepemimpinan seseorang.
Hal tersebut di atas sangat teoritis, tapi setelah kita terjun di dalamnya ternyata sulit mewujudkannya. Ibarat kita berkendaraan, kita sudah melakukan aturan-aturan berlalulintas yang baik tapi....akhirnya ketabrak juga oleh kendaraan lain.


Saya sudah 4 tahun mengabdi menjadi seorang pendidik di salah satu sekolah kejuruan yang konon katanya sekolah besar di kawasan timur kota Bandung, yaitu SMK Negeri 6 Bandung, yang sebelumnya dari mulai tahun 1987 sampai tahun 2007 saya sudah mengabdi di bumi pertiwi ini sebagai seorang pendidik di STM Muhammadiyah Rangkasbitung dan SMK Al-falah Bandung.. Disini di SMKN6 Bandung ini titik awal saya mulai belajar mengenai kepemimpinan yang sebenarnya dan sekaligus mendapatkan kepercayaan pada diri yang sebelumnya hampir sirna. Ketika mendapatkan kesempatan untuk menjadi seorang pemimpin, saya mencoba memahami dan menjalankannya seperti apa yang saya dapatkan berdasarkan teori tentang tipe kepemimpinan, mengenai bagaimana tentang tipe kepemimpinan yang baik, cara mengkoordinasikan anggota, dan membentuk team work . Saat itu saya baru sadar mengenai perkataan seseorang ketika saya masih menjadi seorang mahasiswa bahwa:
"Menjadi pemimpin itu harus bisa berlaku bijak dan  sabar"
Dan... saat itu saya mulai mengiyakan apa yang pernah didengar. Menjadi pemimpin,  adalah menjadi orang yang paling bersabar, menjadi pemimpin adalah menjadi orang yang paling pengertian, dan menjadi pemimpin adalah menjadi orang yang paling paham dengan keadaan dan kondisi sekitar. Hanya timbul pertanyaan pada diri.....mampukah saya melakukan hal itu .....?


Menjadi seorang pemimpin ternyata terasa berat, karena ternyata tidak hanya hal tersebut di atas saja yang harus di miliki, tetapi menjadi seorang pemimpin  juga memerlukan kerja yang serius, tertib sepanjang waktu. Ketika berada dalam posisi yang memiliki kewenangan bararti dalam sejumlah hal yang terjadi pada saat yang bersamaan.dan harus mampu untuk menertibkan dan mengelola kekacauan dengan sukses, Hal ini  dikatakan pemimpin yang efektif.

Jadi pemimpin tidak selalu enak. Kadang dirasakan malah lebih enak jadi ‘rakyat biasa’.
Misalnya....
1. Kalau ada salah, langsung jadi perhatian semua orang
2. Sering ‘makan hati’ kalau ada rekan yang bandel, suka membangkang, negatif thinking  dan tidak perform
3. Sering stress, apalagi kalau ada tugas urgent. Rekan-rekan bukan bekerja cepat, tetapi malah melakukan hal-hal yang ga penting, terus...mungkin ada beberapa rekan yang merasa stress mengikuti program yang sedang dihadapi..
4. Pemimpin dituntut punya visi, dapat berkomunikasi dengan baik, memberi teladan, datang lebih pagi, pulang lebih malam, bertanggung jawab kalau rekan lainnya melakukan kesalahan.
6. Kursi pemimpin adalah kursi ‘panas’, yang diincar orang
8. Pemimpin yang rendah hati, sering ‘diinjak-injak’, sehingga mau tidak mau pemimpin harus unjuk ‘gigi’, supaya orang takut dan turut. Hal ini lama kelamaan akan membuat pemimpin jadi gila hormat atau dikira gila hormat.
9. Dituntut adil. Seadil-adilnya manusia, akhirnya diprotes orang juga. Keadilan adalah hal yang paling sulit bagi seorang manusia. Orang tua pun sulit untuk bertindak adil bagi anak-anaknya.
Sehebat-hebatnya pemimpin, pasti ada kelemahan. Saya pribadi, tidak mau memandang hebat seorang pemimpin. Saya juga tidak mau memandang payah seorang pemimpin. Biarkan Tuhan yang menilaiNya.




Sisi lain tentang seorang Pemimpin.
Pemimpin yang adil ibarat bayang-bayang Tuhan, sebab pengambilan kata adil sendiri berasal dari salah satu nama Allah SWT, yaitu Al-Adlu (Allah Yang Mahaadil). Adil bermakna menempatkan sesuatu pada tempatnya yang proporsional dan tepat, walau kadang masih ada yang menyalah artikannya. 
Kebalikan adil adalah zalim, yaitu meletakkan sesuatu bukan pada tempat yang tepat. Allah SWT telah mengharamkan sifat dan perilaku zalim atas diri-Nya, dan ia juga diharamkan atas diri hamba-hamba-Nya. Perilaku adil akan menciptakan kesejateraan untuk rakyat. Sebagaimana zalim akan menghadirkan bencana, musibah, dan malapetaka.

Dalam hadis Qudsi-Nya Allah berfirman, "Sesungguhnya aku telah mangharamkan zalim itu atas diri-Ku, dan telah Aku jadikan zalim di antara kalian itu sesuatu yang diharamkan, karena janganlah kalian saling berlaku zalim.''

Dalam sebuah hadis juga diriwayatkan, ada tiga doa yang tidak akan ditolak oleh Allah SWT, yakni:  doa orang yang berpuasa hingga ia berbuka, doa pemimpin yang adil, dan doa orang yang terzalimi (hak-haknya)." Mengapa  doa pemimpin yang adil itu sangat mudah dikabulkan? Karena di pundaknya terletak berbagai pengharapan hajat hidup orang banyak.
Rasulullah SAW bersabda, "Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapatkan perlindungan Allah, pada saat itu (hari Kiamat) tidak ada perlindungan siapa pun kecuali perlindungan-Nya." Di antara tujuh golongan yang kelak akan mendapatkan jaminan perlindungan-Nya adalah  "pemimpin yang adil".

Dalam sebuah riwayat juga disebutkan bahwa pemimpin yang adil kelak akan disandingkan di dalam surga bersama para Nabi dan Rasul, Syuhada, dan  Siddiqin (orang-orang yang membenarkan ajaran agama Islam), dan orang-orang Shaleh.

Lalu bagaimana jika seorang pemimpin berkhianat? Rasulullah bersabda, "Barang siapa yang diangkat oleh Allah untuk memimpin suatu urusan rakyatnya, kemudian ia meninggal dunia, di mana saat ia meninggal dunia ia sedang berkhianat kepada rakyatnya, maka tiada lain kecuali telah Allah haramkan baginya masuk surga.'' Subhanallaah....


Mimpinya seorang Pemimpin.
Sebuah mimpi seorang pemimpin. Mimpi-mimpi yang terkadang hayal tuk direalisasikan, hanya akan menjadi dekapan dan angan saja, ah tidak! Ini akan menjadi kenyataan, dengan izin Allah ‘Azza wa Jalla. Aku teringat akan tulisan sebuah pidato seorang Abu Bakr Ash Shiddiq Setelah beliau dipercaya menjadi khalifah, beliau berdiri dan menyampaikan pidato pertamanya :
“Wahai sekalian manusia, sungguh aku telah diberikan amanah memimpin kalian semua dan aku bukanlah orang yang terbaik diantara kalian, jika aku melakukan kebaikan maka tolonglah aku, namun jika melakukan kesalahan maka luruskanlah, kejujuran merupakan amanah, sedang dusta adalah khianat, orang yang lemah diantara kalian akan kuat disisiku hingga aku dapat menghilangkan bebannya insya Allah, sedangkan orang yang kuat diantara kalian lemah disisiku sampai aku dapat mengambil hak darinya insya Allah, tidaklah suatu kaum meninggalkan kewajiban jihad kecuali Allah akan hinakan mereka, dan tidaklah tersebar kemaksiatan dalam suatu kaum kecuali Allah akan menimpakan mereka bencana, taatilah aku selama aku taat kepada Allah dan Rasul-Nya, namun jika saya menyimpang kepada Allah dan Rasul-Nya maka tidak ada taat kepadaku atas kalian”.


Mimpiku hanyalah ingin menjadi seperti mereka, generasi terdahulu, generasi pilihan.
“Jika engkau bisa, jadilah seorang "ulama". Jika engkau tidak mampu, maka jadilah "penuntut ilmu". Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka "cintailah" mereka. Dan jika kau tidak mencintai mereka, "janganlah engkau benci mereka.” (‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz)
Ya....Allah, jika memang ini akan membawa berkah buat aku dan keluargaku biarkan aku menjadi seorang Pemimpin di tempat pekerjaan ku, tapi jika tidak...jadikanlah aku orang biasa saja......




Wassalam....